Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts

Wednesday, June 08, 2011

..Kesempurnaan..
..dalam..
..Kesederhanaan..

(Photo: Past_Time_by_pandepandu)

Share/Bookmark

Balasan bagi Orang yang Meremehkan Shalat


Balasan bagi Orang yang Meremehkan Sholat
     Fatimah az Zahra bertanya kepada ayahnya yang mulia, "Ayahku, wahai Rasulullah, apa akibat yang akan dialami oleh para wanita dan pria yang meremehkan dan tidak memperhatikan sholat?"
      Rasulullah saw menjawab, "Wahai Fathimah sayangku, setiap orang baik laki-laki maupun perempuan yang meremehkan sholat, Allah akan menurunkan lima belas bala kepadanya. Enam di dunia, tiga ketika menghadapi kematian, tiga ketika berada dalam kubur, dan tiga pada hari kiamat ketika ia bangkit dari kubur.

Adapun enam bala yang akan melilitnya di dunia adalah sebagai berikut :
  1. Allah akan mencabut keberkahan dari umurnya.
  2. Allah akan mencabut keberkahan dari rezekinya.
  3. Allah akan menghilangkan tanda-tanda orang saleh dari wajahnya.
  4. Setiap amal yang ia kerjakan tidak akan mendapatkan pahala.
  5. Doanya tidak akan sampai ke langit.
  6. Ia tidak akan bisa mengambil manfaat dari orang-orang yang saleh.
Adapun tiga bala yang akan ia jumpai ketika menghadapi kematian adalah sebagai berikut :
  1. Ia akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan hina.
  2. Ia akan menghadapi kematian dalam kondisi lapar.
  3. Merasa kehausan ketika meninggalkan dunia meskipun seluruh air sungai yang ada di dunia diberikan kepadanya.
Adapun tiga bala yang akan ia hadapi di dalam kubur adalah sebagai berikut :
  1. Allah akan mengutus malaikat yang akan menyiksanya di dalam kubur.
  2. Kuburan akan menyempit baginya.
  3. Ia akan merasakan kegelapan dalam kubur.
Adapun tiga bala yang akan dialaminya di hari kiamat adalah sebagai berikut :
  1. Allah memerintahkan malaikat untuk membalikkan badannya dan menyeretnya dengan wajah di bawah serta semua makhluk menyaksikannya.
  2. Akan mengalami kesulitan dalam menghisab amalnya.
  3. Allah tidak akan menoleh padanya dengan kasih sayang-Nya, dan baginya azab yang abadi."
(sumber : Shalat & Amalan Khusus Wanita - Abbas Azizi, page 165-167)




Share/Bookmark

Wednesday, March 16, 2011

Nasehat Ibu Kepada Calon Ibu

Wahai Allah, segala puji-pujian yang hanya pantas untuk-Mu
Wahai Zat tempat bergantung seluruh makhluk


     Seorang ibu menasehati putrinya sambil menangis dan tersenyum :
"Wahai putriku, engkau telah menghadapi hidup baru. Hidup yang Bapak dan Ibumu tidak mendapat tempat, begitu juga salah satu dari saudaramu. Dalam dunia itu engkau akan menjadi teman setia bagi suamimu. Suamimu tidak akan rela ada orang lain yang ikut campur dalam urusanmu dan suamimu, walau mereka yang masih memiliki hubungan darah denganmu. Jadilah engkau istri dan ibu baginya. Jadikan dia merasa bahwa engkau adalah segala-galanya dalam hidup dan dunianya. Ingatlah bahwa seorang laki-laki adalah "bocah besar" yang sedikit saja kalimat manja akan membahagiakannya. Jangan engkau membuat dia merasa bahwa pernikahannya denganmu menjadikan kamu terpisah dari keluarga dan orangtuamu. Perasaan seperti ini juga dirasakan olehnya. Dia telah meninggalkan rumah kedua orangtuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan antara kamu dan dia adalah perbedaan antara laki-laki dan wanita. Seorang wanita selalu merindukan keluarga dan rumah dimana dia dilahirkan, tumbuh dan belajar di dalamnya. Tetapi dia harus membiasakan dirinya untuk hidup dalam suasana baru. Dia harus membiasakan diri dengan seorang laki-laki yang telah menjadi suami, pelindung dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru!"
     "Wahai putriku, inilah kehidupan masa kini dan masa depanmu. Inilah keluargamu yang kalian bangun berdua. Aku tidak akan menuntut kamu melupakan Ibu, Ayah dan Saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu, wahai putri kesayanganku. Lagi pula, bagaimana seorang ibu melupakan buah hatinya? Akan tetapi aku minta kepadamu, cintailah suamimu, hidup dan bahagialah bersamanya."
     Belajar bersabar dari wanita yang bernama Asiyah (istri fir'aun), setia dari Khadijah (istri Rasulullah sallallahu 'alaihi wassallam yang pertama), jujur dari Aisyah (istri Rasulullah yang paling muda umurnya), dan teguh hati dari Fatimah (putri Rasulullah).
[Satu dari sekian banyak lembar-lembar favoritku di dalam Buku Menjadi Wanita Paling Bahagia-DR. Aidh al-Qarni]
     Kepada yang terhormat :
Calon Suami ku..
Sebelum engkau ambil aku dari kedua orangtuaku
Ketahuilah bahwa aku hanyalah perempuan kecil yang dulu belajar berdiri dalam genggaman ibuku
Ketahuilah bahwa aku hanyalah perempuan kecil yang dulu belajar berjalan dalam rangkulan ayahku
Ketahuilah bahwa aku hanyalah perempuan kecil yang dulu selalu belajar segala hal besar dalam hidupku dari keluarga kecilku.
     Aku mengerti, sudah saatnya padamu aku mengabdi.
Memanjakanmu dengan berbagai menu yang kamu tau, ibuku lah yang mengajariku.
Memanjakanmu dengan belaian kasih sayang, dan kelembutan yang kamu tau bahwa aku mempelajarinya dari cara ibu membelaiku.
Memanjakanmu dengan tatapan dan tunduk bukan sendu, tatapan yang hangat memancarkan rindu, tatapan itu seperti milik ibu ketika menina bobok-kan aku saat usiaku masih tujuh tahun, dulu.
     Ketahuilah sayang, duhai calon suami ku, 
Berterimakasihlah pada ibuku, karena beliau sudah merelakanku untuk mu.
Kamu tau sayang, itu hal yang sangat berat baginya.
Tetapi beliau jugalah yang paling mengerti duhai kekasihku, bahwa engkaulah pria yang mencintaiku sepenuh hatimu.
Aku hanya meminta, jangan engkau curiga padaku, karena ayah, ibu, dan kamu masing-masing memiliki ruang terpenting dalam hidupku.
dan..kau takkan mengerti betapa perempuan selalu ingin dimanja ketika dia kecil, remaja, bahkan ketika telah dewasa sekalipun.
Jangan khawatir sayangku, aku tak banyak permintaan untuk hal yang satu ini.
Aku hanya meminta doa-doa tulus dari dua bibir indahmu.
Karena "MEMILIKI CINTA MESKI SEBATAS DOA", adalah hal penting dalam hidupku.
     Aku adalah seorang perempuan, yang kelak akan memiliki dua ibu dalam hatiku.
Biarkan aku berekspresi dalam sela-sela senyum ku duhai lelaki gagah!
Perempuan yang Allah pilihkan untukmu adalah perempuan yang tidak lebih hebat dari perempuan yang melahirkanmu, namun aku adalah perempuan yang insyaallah akan melahirkan anak-anak hebat kita.
     ".....dedicated to seorang laki-laki biasa atau seorang ikhwan biasa yang telah dianugrahkan oleh Alloh dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan Alhamdulillah telah terlahir dalam keadaan seorang muslim......"
Share/Bookmark

Sunday, March 06, 2011

..cinta, kata dewinta..

Cinta itu bulat
tidak bersudut.
Cinta bukan persegi, segilima,
atau bahkan segitiga
yang memiliki lebih dari satu sudut.

Cinta itu tidak pernah membentuk sisi yang tajam,
karena.segala yang tajam akan menyakitkan.
Cinta itu seperti landasan yang utuh,
dan permukaan yang labil.
Maka, cinta memerlukan keyakinan,
namun juga memerlukan kehati-hatian.

Cinta, tidak seperti segitiga bermuda,
namun cinta,
seperti keajaiban antara Bukit Shafa dan Marwah

Share/Bookmark

Friday, March 04, 2011

Apakah Kamu Menyadarinya?! [Do You Realize That?]

     "Kita dilahirkan dengan dua mata di bagian muka, karenanya kita tidak boleh selalu menatap ke belakang, tetapi seharusnya memandang apa-apa yang ada di hadapan kita, bahkan memandang jauh ke muka.
     Kita dilahirkan memiliki dua daun telingan : kiri dan kanan, seharusnya kita mendengar persoalan dari dua belah pihak, seharusnya kita bersedia menerima pujian dan celaan, lalu menetapkan mana yang benar dari keduanya.
     Kita dilahirkan dengan otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak. Meski tampak sangat miskin, tapi sesungguhnya kita kaya karena tidak seorangpun dapat mencuri isi otak kita.
     Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, tapi satu mulut. Mulut bisa menjadi senjata yang tajam, ia dapat melukai, dapat mencumbu dan dapat membunuh. Karenanya, sedikitkan berbicara, banyakkan mendengar dan melihat.
     Kita lahir dengan hanya satu jantung hati, terletak jauh di bawah tulang rusuk. Ini mengingatkan agar kita menghargai dan memberikan cinta dari lubuk hati yang dalam. Belajarlah untuk mencintai dan dicintai, tapi janganlah kau berharap orang-orang akan mencintaimu seperti, atau sebanyak cintamu kepada mereka. Berikan cintamu tanpa mengharapkan balasan niscaya kau dapati cinta menjadi lebih indah." (Author unknown)

INGATLAH..

Ingatlah, bukan tugasmu untuk mengusahakan agar orang mencintaimu, tapi tugasmu adalah mencintai orang.
Percayalah pada keajaiban, tapi jangan selalu bergantung padanya.
Apa yang kau lakukan hari ini membuatmu lebih dekat ke tempat yang kau inginkan esok.
Jangan lupa, kita kelak akan dinilai berdasarkan apa yang kita berikan, bukan apa yang kita terima.
Ingatlah, kata-kata yang penuh kasih cepat menyembuhkan.
Siaplah untuk menerima ketidaknyamanan sementara untuk mendapatkan kebaikan selamanya.
Bila kau dengar ucapan ramah tentang seorang teman, ucapkan demikian juga kepadanya.

(sekumpulan kata bijak, yang terkadang perlu untuk dibaca ulang.)
NB : tetep, dahulukan mengulang Al-Quran than the others yah :) 


Share/Bookmark

Wednesday, March 02, 2011

Mesra Ala Rasulullah

"..sebelumnya, dengan segala kerendahan hati saya meminta maaf, jika tulisan ini sebenar-benarnya saya kutip dari salah satu majalah bulanan saya ALIA Pesona Muslimah Edisi Oktober 2010 No. 04 Tahun VII Syawal - Zulqoidah 1431, sama sekali bukan dengan niat mengkomersilkan, tetapi ingin berbagi.. Semoga bermanfaat, dan saya yakin ini sangat bermanfaat. Selamat membaca."  
     

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantara kamu kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Q.S Ar-Rum:21)
     Rasa kasih dan sayang yang diberikan Allah Subhanallahu wa Ta'ala kepada sepasang suami istri, bagaikan pohon yang memerlukan siraman air dan pupuk agar senantiasa tumbuh sehat sehingga dapat memberi manfaat. Tidak layu. Pupuk dan air bagi pohon cinta itu adalah isyarat-isyarat kemesraan, yang dilaksanakan sepenuh hati dan dengan sabar.
     Guru kemesraan suami istri adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau suami paling romantis, teladanbagi kita yang ingin meraih cinta sejati. Meraih kebahagiaan akhirat dan kebahagiaan dunia. Berikut beberapa keistimewaan kemesraan yang pernah beliau tunjukkan kepada keluarga kita, dan bisa kita teladani.
Senang Memberi :
- Penampilan terbaik di hadapan pasangan
- Memberi hadiah
- Air muka yang menyenangkan
Display of Affection
- Minum dari tempat yang sama
- Bekas gigitan istri
- Menghadiri jamuan berdua
- Tidur bersama setelah jima'
- Memeluk istri
- Tidur dalam satu selimut
- Mandi bersama
- Panggilan mesra
- Wudhu bersama
Bermanja dan Memanjakan
- Mengeramasi dan menyisiri rambut suami
- Membelai istri
- Duduk di pangkuan istri
- Tidur berbantalkan pangkuan istri
- Istri bersandar di bahu suami
Menghormati Pendapat Keinginan Suami/Istri
- Minta pendapat istri mengenai pakaian
- Menghidangkan makanan kesukaan
Saling Memuliakan dan Melayani
- Istri menyediakan air dan mentabiri suaminya mandi
- Istri menyiapkan siwak
- Mengambilkan minum untuk istri
Saling Menghibur
- Menghibur hati suami yang gundah
- Menghibur istri yang sedang menangis
Menyediakan Waktu Khusus
- Waktu untuk keluarga
- Melihat pertunjukan bersama
- Melayani istri bersenda gurau
- Berlomba untuk kebaikan
Selalu Berlaku Baik
- Memegang/menggenggam tangan istri saat sedang membicarakan hal penting
- Mengingatkan untuk kebaikan
- Istri tidak menjauhi suami bila marah
- Membonceng dan meminta maaf pada istri
- Segera menemui istri bila tergoda yang lain
- Shalat di sebelah istri yang tertidur
- Tidak kasar atau menghina
- Tidak membangunkan istri bila pulang larut malam
Saling Membantu
- Membersihkan tetesan darah haid istri
- Membersihkan mani dari kain suami
- Meringankan beban kerja istri

Islam mengibaratkan perkawinan sebagai benih tanaman. Diala benih utama terwujudnya kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Bila baik hubungan perkawinan, baiklah keluarganya, baiklah masyarakatnya. Salah satu kuncinya adalah kemesraan yang dibangun di antara suami dan istri, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam.
     saudaraku seiman, teladanilah beliau.. karena setiap wanita muslimah bermimpi untuk memiliki suami.. seperti beliau. wallahualam bishowwab..



Share/Bookmark

Saturday, February 26, 2011

..Membawa lamunan Terbang, Merindukan Tempat Sesungguhnya Kembali..

Bismillah.. 
Malam kian larut.. tak seharusnya mata ini masih terjaga.. sudah bertekad dari sore tadi, agar malam ini saya harus tidur lebih awal. Maklum saja, beberapa hari ini kondisi kesehatan agak sedikit menurun, butuh istirahat (tidur) dengan takaran yang tepat (tanpa obat tidur tentunya). Biasanya, cukup dengan membaca al-fatihah dan "teman-temannya", mata saya pun otomatis akan beristirahat tanpa dipaksa. Tidak dengan malam ini. Ingin mendengarkan sesuatu dari playlist handphone saya, seolah merindukan sesuatu yang sudah lama tidak saya lakukan, "Adagio in c minor, Bila waktu tlah berakhir - Opick" mark and nowplaying
"ESQ Flying eagle plus instrumen Adagio in c minor" lebih tepatnya. Satu moment yang tidak akan pernah di- dan ter-lupakan. Masih sangat hapal rasanya (hapal atau hafal ya?) dengan keadaan yang begitu mendukung, setelah lelah menguras air mata, kehabisan kata-kata menyebutkan dosa, meraung kesakitan (sesungguhnya hati yang sakit dalam penyesalan tak berbatas), video itu pun dimunculkan dilayar yang begitu lebar..lengkap dengan instrumen yang menggelegar, sempurna.. Saya merasa benar-benar terbang saat itu.. Jiwa ini terasa benar-benar bebas.. (seperti seekor elang).. 

Apa yang saat itu ada di kepala saya? Ya, saya merindukan tempat dimana sesungguhnya saya akan kembali.. terbang mendekat ke tempat itu.. tempat teeerrrrrrindah.. bahagia sekali.. sangat bahagia.. saya bahagia.. sangat bahagiaaaa sekali.. aku bahaaaagiiiiaaaa.. "laaaa iillaaa ha illaaallaaah...!!!" tanpa sadar aku berteriak sangat kencang. Tidak lagi aku perduli dengan mereka yang ada disekelilingku, aku sedang menikmati perasaan ku yang sangat bahagia waktu itu. Lega sekali.. indah.. sangat indah! :)

Baiklah.. inti dari semua ini adalah, tentang jiwa yang sudah rindu akan Pemiliknya. Cepat atau lambat, semua akan kembali pada Pemiliknya. Jiwa yang dekat pada Penciptanya, tentu jauh akan sangat bahagia dibandingkan jiwa yang "dijauhkan" dari Penciptanya. Mengerti maksud saya? Begini, setiap makhluk yang bernyawa (read:manusia) diciptakan lengkap dengan diturunkan beberapa dari sifat Allah. Seperti sifat penyayang yang sesungguhnya berasal dari sifat Allah Ar-Rahim Yang Maha Penyayang, jika manusia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sifat penyayangnya itu (mencubit bayi karena rewel misalnya), tentu akan ada penyesalan setelahnya dan tentu saja Allah tidak menyukai itu. Sebaliknya, jika kita menciumi bayi yang sangat lucu dalam gendongan sendiri, tentu akan ada rasa bahagia yang mengalir, tidak tergambarkan, betapa kontras rasanya antara fitrah manusia dengan jiwa yang hidup di dalamnya.. Allah pun menyukai itu.. 

Begitu pula dengan : akan kembalinya jiwa ini pada Pemiliknya, cepat atau lambat.. Semoga Allah memberikan sebaik-baiknya jalan kembali pada kita semua.. Amin Ya Robbal'alamin..

Share/Bookmark

Sunday, February 20, 2011

Karakter Nafsu di dalam Pesta Perkawinan

Karakter Nafsu di dalam Pesta Perkawinan (Astaghfirulloh..)

Saat pertama menerima undangan maka sombong, dengki, dan merasa lebih utama, mendorong kita untuk bergibah tentang tokoh dalam undangan: dalam bentuk obrolan keluarga, telepon, layaknya infotainment.

Pada saat hari H, maka yang terbersit dalam diri adalah harus tampil dengan baju terbaik, kendaraan terbaik, parfum terbaik, aksesoris terbaik, dimana ini tidak lain adalah karakter dari si riyaa’ yang mendorong melakukan sesuatu bukan karena Allah.

Saat melihat ruangan yang megah, si dengki keluar, karakter dengki seperti kata Aa’ Gym adalah senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang. Hati menjadi keruh.

Saat melihat hidangan terhampar, si tamak dan si syahwat mulai keluar, nanti kamu harus makan ini, itu, ini itu, dengan jumlah segini segitu.


Saat melihat wanita yang mengumbar aurat, si syahwat mulai membuai dan menggelora. Hati sudah mulai kotor, dan kadang imajinasi lebih berani lagi. astaghfirullah.

Tampak luar tidak ada satupun syariat yang dilanggar, di dalam, hati sudah ibarat septic tank.

Si sombong, si lebih utama, si dengki tidak mau kalah mengomentari pengantin, tamu, hidangan, acara dan lain-lain. ..jelek amat yang cowoknya, jelek amat ya ceweknya, ngga mecing banget sih dandanannya, makanannya dikit amat, gak berkualitas, acaranya bosenin, bla..bla..bla.

Saat sebagian tamu sudah dipersilahkan menyalami mempelai sebagian tamu antri, dan sebagian lagi sudah menyerbu hidangan. Si riyaa’ yang terbungkus dalam kemasan jaim melarang saya untuk mendekati hidangan, ingat kamu harus jaga imej, jangan kaya orang kelaparan! Jadi saya tidak menyerbu hidangan karena imej bukan karena mengekang diri dari tamak dan syahwat.

Saat antri salaman ada orang nyrobot antrian, si marah mulai terusik, mulai memaki dalam diri, ini orang kampung banget sih, baju bagus kelakuan kampung banget. Apalagi kalau antrian dihentikan karena ada pejabat hampir semua nafsu amarah keluar: ini nih yang bikin rusak negara, kaya apa sih tampangnya, hmmm…dekil, pendek, gendut perutnya, banyak makan uang rakyat sih.

Saat antri makanan terutama kambing guling demikian juga, melihat orangtua mengambil makanan banyak si dengki, si marah, si sombong mulai memaki, ini orangtua mau mati aja pake banyak makan, stroke baru rasa loe……astaghfirullah

Demikianlah karakter nafsu amarah dirasakan dalam suatu undangan perkawinan. Ini baru undangan perkawinan, dimana dari menerima undangan sampai pulang tidak ada pelanggaran fiqih yang biasa kita sebut sebagai kemaksiatan, namun dilihat dari hakikatnya maka kemaksiatan hati tersebut juga akan diperhitungkan oleh Allah.

Astaghfirullah.....

Copy and paste from : http://met-pagi.blogspot.com/
Share/Bookmark

Thursday, February 17, 2011

Melihat Mimpi


"Apabila salah seorang dari kamu bermimpi sesuatu yang ia senangi, itu datangnya dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah dan boleh menceritakannya kepada orang lain. Dan jika bermimpi sesuatu yang ia benci, itu datangnya dari syeitan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari mimpi buruk tersebut, dan jangan bercerita kepada siapapun, karena mimpinya itu tidak akan membahayakannya."


..dan kelopak mata ku merekah, ku ulangi ucap istighfar sedikit dengan tergesa-gesa, mencoba memandangi rumput yang masih bermain dengan embun, dan jalanan yang masih tampak gelap, sungkan untuk diganggu. Ya, ini hanya sebuah mimpi, tidak begitu buruk namun tidak pula begitu baik. Ya Robbi. Apapun yang datang dari-Mu, sudah pasti baik untuk aku jalani. (dan air mata pun jatuh meski tak banyak). Astaghfirullah ada apa ini? Bergumpal pertanyaan akhirnya bersarang di dalam hati. Oh, sungguh tidak bisa dibiarkan. Harus aku mencari alasan, bergerak meski sangat dengan berhati-hati, mencari meski tak mengerti mengapa mesti dicari lagi, meneliti meski ini bukan permainan antara benda mini hidup atau mati, dan menyikapi apa yang seharusnya aku sikapi. Ku ikuti alur ceritanya dengan satu keyakinan, waktu ku hanya sekarang ya Robbi. Setidaknya jika kematian menghampiriku 1 menit lagi, aku tidak akan mati dengan rasa penasaran. 


..satu, dua, tiga hari aku jalani dengan ucap syukur tiada henti, Allah masih melimpahkan nikmatnya lebih dari 1 menit waktu. "Memang benar, gelombang tenang dipermukaan, ternyata tidak selamanya bisa menjadi satu acuan akan tenang juga dikedalaman." Setidaknya, semua hal mesti ditelaah dengan sangat hati-hati, biarkan mengalir, namun jangan biarkan terjun terlalu tinggi. Setidaknya..begitulah cara ku mengikuti alur cerita mencari hikmah dibalik mimpi ini.


..dan Alhamdulillah, jawaban dari beragam pertanyaan pun sudah aku dapatkan. Menebak satu demi satu isyarat, meyusun arti dengan memilah-milah kalimat, menghayati deskripsi dari berbagai narasi, dan.. Ketemu! 


..ini adalah salah satu rencana terindah, sudah menjadi kehendak-Nya agar dan untuk, memang, seperti ini :) Maka perjalanan pun dilanjutkan. Tidak bermimpi, tetapi adalah bagian mimpi yang insyaallah sebentar lagi akan menjadi saksi dalam menggapai ridho illahi. Amin yaa Rabbal'alamin. 


..ukhuwah itu akan terus mengalir tanpa batas dalam bait-bait doa yang tak akan pernah ada kata, selesai.
Share/Bookmark

Monday, February 07, 2011

This is such a Beautiful Hope


For the Rest of My Life

By: Maher Zain

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you



Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO
And theres a couple words I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true



Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do



You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally

Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO



And theres a couple word I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true



Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt



And I`m singing loud that I`ll love you eternally

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true



Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart

Allah Yang Maha Baik..
Aku selalu tersenyum ketika.. akan dan setelah terbangun dari tidur ku.. Itu artinya Aku masih memiliki waktu satu menit lagi untuk memanjatkan syukur dan doa yang tidak berujung.. Aku tau, Engkau menjawab doa ku satu persatu bahkan sekaligus, dengan bentuk yang nyata, secara kasat mata, atau bahkan sangat rahasia. Ada yang begitu cepat, namun ada pula yang rasanya begitu lambat.  Sudah menjadi Kehendak-Mu..
Allah Yang Maha Baik..
Aku selalu tersenyum ketika.. Engkau suguhkan aku akan pertemuan, tetapi.. maafkanlah aku duhai Rabb ku, aku selalu menangis ketika Engkau suguhkan aku akan perpisahan. Meski aku tau, sudah sunatullah nya begitu. 
Allah Yang Maha Baik..
Aku selalu tersenyum ketika.. mencicipi sedikit percikan nikmat milik-Mu di hati ini tentang nya.  Menemui meski sebatas mimpi. Menjangkau meski terlalu tinggi. Namun kali ini aku tidak menangis duhai Rabb ku, aku bahkan merasa semakin kuat, aku bahkan semakin kokoh, tidak lagi berjalan, aku kini berlari, menggapai apa yang ingin aku gapai. Menggapai-Mu.
Allah Yang Maha Baik..
Aku selalu tersenyum ketika.. 
Menanti kebijakan-Mu..
di setiap
Istikharah cinta ku


Share/Bookmark